BI Diprediksi Pertahankan Suku Bunga di Level 5 Persen

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia diprediksi masih akan mempertahankan 7 Days Reserve Repo Rate (7DRRR) di level 5% sambil mengevaluasi kebijakan suku bunga yang dilakukan tahun lalu. Demikian dikatakan Ekonom Bank Permata Josua Pardede.

Meskipun kondisi inflasi terkendali dan rupiah yang membaik memungkinkan BI menerapkan kebijakan moneter yang longgar, menurut Josua  BI tetap akan mengantisipasi risiko inflasi.

Josua menilai ekspektasi inflasi cenderung meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu. Hal tersebut yang masih menjadi pertimbangan BI untuk mempertahankan suku Bungan acuan.

“Meskipun ada ruang [penurunan], tapi saya pikir masih terbatas. Momentumnya belum bulan ini karena inflasi di Desember,” kata Josua kepada Bisnis, dikutip Kamis (23/1/2020).

Selain itu, dia menilai transisi kebijakan moneter masih akan berlanjut. Global masih akan mempertimbangkan arah suku bunga Bank Sentral, khususnya The Fed.

Josua menilai pertimbangan tingkat inflasi dan tingkat pengangguran yang rendah menjadi potensi besar The Fed tidak akan menurunkan suku bunga.

“Potensi besar bahwa The Fed tidak akan menurunkan suku bunga, mungkin sekitar 70-80 basis poin untuk mempertahankan di level saat ini,” kata Josua.

Sebelumnya, sepanjang 2019, The Fed memangkas suku bunga acuan tiga kali, sebanyak 75 basis poin. Suku bunga masing-masing dipangka 25 bps.

Josua menekankan meskipun sudah ada momentum positif global seperti kebijakan AS-China, geopolitik antara Iran-As sudah mulai reda, BI masih akan mempertimbangkan dan mengevaluasi risiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *