Bumiputera School Of Business
 
 
 |  Alumni  |  Keunggulan & Akreditasi  |  Fasilitas  |  Galeri  |  Lokasi  |  Kontak
 
 
 

Profile STIE Program Studi Akademik Kemahasiswaan Lembaga Beasiswa Penerimaan Mahasiswa Baru Financial Planning
 
 
 
 
 
STRATEGI PERSIAPAN MASA PENSIUN BAGI PARA KARYAWAN
17-06-2014 | dibaca 3126 X

journal_pa_paidi.jpg PENDAHULUAN

Latar belakang penulisan makalah ini adalah bahwa hampir 9 dari 10 karyawan di Indonesia ternyata tidak siap secara finansial untuk menghadapi masa pensiun. (harian Kompas, 25 April 2011). Berdasarkan pengamatan Nicky Theng, CFP, FLMI, FSAI Ketua Umum Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan, bahwa sebagian besar karyawan tidak mempersiapkan diri secara mental secara dini untuk menjalani masa pensiun. Para karyawan baru mulai memikirkan bagaimana mensiasati kesejahteraannya  pada masa pensiun pada usia 50-an. (Sambutan pada Peluncuran Buku Kiat Sejahtera Pada Masa Pensiun, Kasir Iskandar, Maret 2009). Terdapat sejumlah karyawan yang sudah memasuki masa purnabakti menghadapi kehidupan finansial yang berat. Mereka merasakan beban biaya hidup yang semakin mahal, dan karena faktor usia, biaya kesehatan meningkat, sementara pendapatan secara rutin sudah berkurang.

Masa pensiun adalah masa yang secara alamiah akan dihadapi setiap orang. Banyak yang memiliki anggapan pesimis bahwa masa pensiun adalah saat memasuki usia tua, dengan kondisi fisik semakin lemah, menderita berbagai penyakit, cepat lupa, penampilan menjadi tidak menarik. Ada juga yang beranggapan bahwa masa pensiun merupakan tanda seseorang sudah tidak berguna dan tidak dibutuhkan lagi karena produktivitas yang sudah menurun. Persepsi tersebut berakibat ia menjadi over sensitif dan subyektif terhadap masa tuanya. Hal ini berdampak pada kondisi fisiknya, semakin tidak bersemangat dan sering terserang penyakit. Dengan kata lain banyak orang yang tidak siap menghadapi masa pensiun, karena pensiun dianggap sebagai pemutus kegiatan rutin yang dijalaninya selama bertahun-tahun. Selain itu, masa pensiun selalu dianggap sebagai masa yang tidak menyenangkan karena menurunnya penghasilan, hilangnya wewenang yang dimilikinya (post-power syndrome). Sebenarnya masa pensiun tidak selalu merupakan masa yang sulit. Banyak juga orang yang berhasil menjalani masa pensiunnya dengan bahagia. Mereka menikmati masa pensiun sebagai masa yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu, sehingga mereka menjalani masa pensiun sebagai masa akhir kerja serta menikmati hari tuanya. Oleh karena itu sangat penting mempersiapkan diri sejak dini dalam menghadapi masa pensiun, dan akan lebih baik jika di persiapan dilakukan jauh hari sebelum pensiun tiba. Sehingga cukup waktu untuk persiapan baik fisik dan mental serta keuangan karena keuangan yang tidak lagi stabil. Untuk itu para karyawan perlu diberi kesadaran serta selalu diingatkan akan risiko hari tua (masa pensiun). Tujuan penulisan makalah ini untuk: (1) membahas tentang masa pensiun bagi karyawan, (2) bagaimana strategi untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi masa pensiun. Metoda yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif eksploratif.

Oleh: Paidi WS, SE, MM, AAAIJ 

Klik disini untuk membaca secara lengkap 

 
   
 
 
Untitled Document
Kami siap melayani
 
 

 

Mahasiswa    Dosen

Lupa password?

 
 
 
Jumlah Pengunjung

  Online : 3
Today : 116
  Yesterday : 104
  This Week : 787
  Last Week : 825
  This Month : 2794
  Last Month : 2756
  Total : 227636
 
 
 
 
Info mengenai pengambilan undangan wisuda dan jadwal wisuda S2
   
Batas Akhir Penyerahan Proposal Skripsi Semester Ganjil TA 2017/2018
   
Info Pelatihan RFP di STIE Dharma Bumiputera
   
 
     
 
 
Blue Ocean Strategy
   
Strategi persiapan masa pensiun bagi karyawan
   
Menganggur atau Jadi Miliarder
   
 
     
 
 
 
All Right Reserved © STIE BUMIPUTERA